BAB I: DEMOGRAFI
- 1.1. Letak Dan Batas Wilayah: Wilayah ini dibentuk berdasar Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2008 dan diresmikan tanggal 26 Mei 2009. Daerahnya didominasi bukit-bukit dan berbatasan langsung dengan Samudra Indonesia di sebelah Utara dan Barat.
- 1.2. Luas Wilayah Dan Keadaan Fisik Wilayah: Total luas daerah mencapai 1.501,63 km² yang terbagi menjadi 11 kecamatan, 113 desa, dan 1 kelurahan dengan ibu kota di Lotu. Memiliki 18 pulau, dengan rincian 6 pulau berpenghuni dan 12 pulau tidak berpenghuni. Iklim wilayah ini adalah tropis dengan kelembaban sangat tinggi (89–92%) akibat curah hujan tinggi, sehingga menjadi daerah Endemis Malaria.
- 1.3. Data Penduduk: Jumlah warga tahun 2024 sebanyak 158.676 jiwa (78.862 laki-laki dan 79.814 wanita) dengan kepadatan 128,2 jiwa/km². Kecamatan Lahewa memiliki warga terbanyak (27.037 jiwa) dan Alasa Talumuzoi paling sedikit (7.448 jiwa). Angka ketergantungan (Dependency Ratio) sebesar 51, di mana kelompok usia belum produktif (0–14 tahun) mendominasi beban ketergantungan.
- 1.4. Sosial Dan Budaya (Pendidikan & Agama): Angka melek huruf warga berusia 15 tahun ke atas mencapai 95,4%. Mayoritas tingkat pendidikan terakhir yang ditamatkan adalah Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTS) sebesar 24,5%. Terdapat total 555 rumah ibadah yang terdiri dari 398 Gereja Protestan, 121 Gereja Katolik, dan 36 Masjid.
BAB II: SARANA KESEHATAN
- 2.1. Pusat Layanan Kesehatan: Terdapat 11 unit fasilitas kesehatan tingkat pertama yang tersebar di tiap kecamatan, dan seluruh unit tersebut sudah berstatus Rawat Inap.
- 2.2. Rumah Sakit: Memiliki 1 unit rumah sakit daerah kelas D, yaitu Rumah Sakit Tafaeri Kabupaten Nias Utara dengan kapasitas 60 tempat tidur.
- 2.3. Sarana Kefarmasian Dan Alat Kesehatan: Ketersediaan obat dan vaksin esensial telah memenuhi syarat standar nasional, dengan capaian 95% di gudang farmasi kabupaten dan 100% di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
- 2.4. Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat: Memiliki 215 pos pelayanan terpadu aktif dengan rasio 2,5 per 100 balita. Pos binaan terpadu penyakit tidak menular berjumlah 7 unit namun distribusinya belum merata di setiap wilayah.
BAB III: SUMBER DAYA KESEHATAN
- 3.1. Jumlah Tenaga Kesehatan: Total SDM Kesehatan sebanyak 1.336 orang yang terdiri dari 1.235 tenaga kesehatan dan 101 tenaga penunjang. Proporsi terbesar adalah tenaga kebidanan (42,44%) dan paling sedikit tenaga teknik biomedis lainnya (0,17%).
- 3.2. Tenaga Kesehatan di Pusat Layanan Kesehatan: Penyediaan tenaga kesehatan minimal diatur untuk mendukung fungsi pelayanan kesehatan masyarakat dan perseorangan.
- 3.3. Kecukupan Dokter: Terdapat 21 dokter umum yang melayani di 11 unit fasilitas kesehatan kecamatan. Berdasarkan standar rawat inap (minimal 2 dokter per unit), jumlah ini masih membutuhkan penambahan tenaga medis.
- 3.4. Kecukupan Dokter Gigi: Jumlah dokter gigi baru tersedia 6 orang untuk 11 fasilitas kesehatan kecamatan, sehingga sebagian besar wilayah belum memiliki dokter gigi.
- 3.5. Kecukupan Perawat: Ketersediaan tenaga perawat di fasilitas kesehatan kecamatan tercatat sudah berada di atas standar minimal yang ditentukan.
- 3.6. Kecukupan Bidan: Jumlah bidan fasilitas kesehatan kecamatan juga sudah melimpah dan melebihi jumlah standar minimal.
BAB IV: PEMBIAYAAN KESEHATAN
- Total anggaran Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Utara pada tahun 2024 adalah Rp107.269.246.985,00.
- Alokasi anggaran tersebut dibagi menjadi beberapa rincian berikut:
- Belanja Pegawai: Rp41.985.001.624,90
- Belanja Barang dan Jasa: Rp19.718.717.408,10
- Anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Pusat: Rp27.957.687.350,00
- Belanja Modal: Rp17.607.840,602,00
BAB V: KESEHATAN KELUARGA
- 5.1. Kesehatan Ibu: Angka Kematian Ibu mengalami penurunan dari 4 kasus pada tahun 2023 menjadi 2 kasus pada tahun 2024 (keduanya merupakan kematian ibu nifas).
- Pelayanan Bumil & Imunisasi: Cakupan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan naik menjadi 77,9%. Namun, pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) 90 tablet bagi ibu hamil mengalami penurunan dari 95,6% menjadi 82%.
- Pelayanan KB: Jumlah peserta KB aktif tercatat sebanyak 9.611 pasangan usia subur, dengan metode yang paling dominan digunakan adalah suntik.
- Lansia: Terdapat total 11.783 jiwa lansia, dengan capaian pelayanan skrining kesehatan mencapai 89,1%.
- 5.2. Kesehatan Anak (Neonatal & Imunisasi): Dari 3.415 bayi lahir hidup, cakupan kunjungan neonatal pertama (KN1) mencapai 100% dan kunjungan lengkap tiga kali (KN3) mencapai 99%. Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap pada bayi tahun 2024 berhasil menyasar 1.110 bayi.
- 5.3. Gizi: Tren status gizi balita dari tahun 2023 ke tahun 2024 menunjukkan hasil berikut:
- Balita gizi kurang mengalami kenaikan dari 2,2% menjadi 2,4%.
- Balita pendek (stunting) mengalami kenaikan dari 1,5% menjadi 1,7%.
- Balita dengan berat badan kurang (underweight) mengalami penurunan dari 3,3% menjadi 2%.
BAB VI: PENGENDALIAN PENYAKIT
- 6.1 & 6.2. Penyakit Menular Langsung, Tular Vektor & Zoonosis: Menguraikan data pengendalian penyakit menular, pencegahan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, serta penanganan kasus Malaria akibat kondisi alam yang lembab.
- 6.3 & 6.4. Penyakit Tidak Menular & Kesehatan Jiwa: Menguraikan data mengenai deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular (seperti hipertensi dan diabetes) serta pemantauan pelayanan kesehatan jiwa masyarakat.
BAB VII: KESEHATAN LINGKUNGAN
- 7.1 & 7.2. Sarana Air Minum & Sanitasi: Memuat persentase pengawasan kualitas sarana air minum sesuai standar serta monitoring akses masyarakat terhadap jamban sehat (sanitasi layak).
- 7.3. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat: Menyajikan data kemajuan program penyehatan lingkungan, persentase desa yang melaksanakan program tersebut, serta capaian indikator rumah sehat di kabupaten.
file ini dapat di download di sini